Kalau dengan cara ini bisa membahagiakan kedua orang tua ku, aku rela merasakan sakit ini..
4 hari sudah aku hilang kontak dengannya, tepatnya 3 hari yang lalu hilang tak berbekas. Mungkin aku yang salah, terlalu egois, menginginkan semua waktunya untukku. Tidak rela bila dia membagi waktunya dengan teman-temannya yang lain. Tapi aku pikir, semua permintaanku masih wajar, aku hanya meminta waktu yang bisa dia berikan untuk teman-temannya bisa juga dia berikan untukku. Apakah salah jika aku meminta hal yang sama ? Entahlah, mungkin aku yang tidak bisa mengerti. Mungkin memang aku yang salah. Harga diriku yang terlalu tinggi ini telah membuatnya menjauh dariku. Mungkin ia lelah menghadapi keegoisanku, mungkin ia sudah bosan dengan diriku. Pun aku tidak berusaha menghubunginya, namun karena aku mempunyai alasan.
Alasanku, mungkin perpisahan tanpa kata-kata adalah yang terbaik. Iya benar, aku baru saja menyebut kata perpisahan. Terdengar impulsif. Tapi mungkin ini bisa jadi cara, karena aku tidak akan sanggup mengucapkan "selamat tinggal". Semua ini kulakukan semata-mata untuk ayahku, bapak, yang tidak pernah (ikhlas) memberikan restunya untuk kami, untukku putrinya. Aku, putri kecil yang mencintai tanpa melihat materi. Aku, putri kecil yang hanya bisa menyayangi tanpa melihat alasan. Aku, putri kecil yang hanya ingin bisa menghabiskan sisa hidupku bersama orang yang ku sayang. Tapi aku teteplah seorang putri yang harus patuh pada titah sang ayah. Bagaimanapun ia adalah ayahku, bapak, yang membuatku ada di dunia ini. Bagaimanapun aku harus patuh padanya. Sekeras apapun aku melawan.
Aku tidak tau apa ini yang terbaik. Aku tidak tau apakah ini benar-benar perpisahan. Aku tidak tau apakah sehari, dua hari, seminggu, sebulan, atau setahun kemudian aku akan bersamanya lagi. Karena dalam hati kecilku, aku selalu mencintai dan menyayanginya, entah sampai kapan.
-= luv me =-
Senin, 26 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
banyak berdoa aj mbak...
semoga hatinya diluluhkan...
:D
Posting Komentar