Di satu sudut jendela ini, menatap gedung-gedung tinggi di sekitaran Kuningan. Ditemani hujan yang mengguyur, petir yang menggelegar di langit Jakarta. Memanfaatkan fasilitas internet dengan username dan password senior, kembali saya merenung. Untuk kesekian kalinya. Entah berapa ratus, barangkali ribuan kali sudah saya lakukan.
Tentang hidup... Hidup ke depan yang saya tidak pernah tau akan jadi seperti apa. Apakah senang, bahagia, kesedihan atau luka yang menoreh. Sebenarnya saya ingin sekali pasrah. Ingin sekali ikhlas menjalani ini semua. Tapi tetap saja ada beberapa hal yang mengganggu.
Ingin sekali teriak sekeras-kerasnya. Tapi itu cuma bisa saya lakukan di Dufan. Which is need money to get in, and money is one of my (big) problem now. Kapan yah..masalah finacial saya akan selesai ?? Tidak usah pusing memikirkan uang. Tidak perlu putar otak kalau mau makan enak, beli baju, jalan-jalan.... Fffuhh..kapan yah,,kapan,,kapan,,kapaaaannn..... ???? :D
Mengandalkan seseorang sepertinya tidak mungkin. Saya harus benar-benar mandiri. Mencari uang untuk hidup saya sendiri. Karena pada dasarnya saya juga tidak terlalu suka bergantung (kalau saya masih mampu). Tapi sebagai seorang wanita (biasa), terkadang ada keinginan untuk bergantung pada seseorang. Mungkin suami saya nantinya. Tapi dilihat-lihat...dipikir-pikir...sepertinya semakin saya harus mandiri. Tidak boleh menjadi wanita (biasa), tapi jadi wanita (luar biasa), paling tidak untuk diri saya sendiri.
Pengen slow. Pengen ga ada beban...
== luv me ==
Selasa, 25 Mei 2010
Senin, 17 Mei 2010
New Opis
Posting kali ini saya tulis di kantor. Kantor baru di Kementerian Hukum & HAM, Unit Ditjen HAM. Calon Pegawai Negeri Sipil a.k.a CPNS.
CPNS yg gajinya pahit banget. Bener-bener pahit deh. Worrie jg sih, bisa ga yah saya hidup dengan gaji pas-pasan gitu. Diitung-itung, makin diitung makin stress ngebayanginnya. Gimana cara bagi-bagi pos pengeluaran, bagi pos tabungan...
Ffuuhh........
== luv me ==
CPNS yg gajinya pahit banget. Bener-bener pahit deh. Worrie jg sih, bisa ga yah saya hidup dengan gaji pas-pasan gitu. Diitung-itung, makin diitung makin stress ngebayanginnya. Gimana cara bagi-bagi pos pengeluaran, bagi pos tabungan...
Ffuuhh........
== luv me ==
Minggu, 16 Mei 2010
Ggggrrr.....
Sebeell....baru juga dibilang, Jangan sok2'an ngasih saran masalah percintaan ke orang lain, wong sendirinya aja belom bener gitu. Menyebalkaaaann......!!!!!!!
Ngurus satu orang aja ga bisa......Selalu aja ga pernah mecing sama kemauan saya.
Capeeee...tauuuuuu....capeeeeeeeeeeeeeee
== (lagi ga) luv me (huuhh) ==
Ngurus satu orang aja ga bisa......Selalu aja ga pernah mecing sama kemauan saya.
Capeeee...tauuuuuu....capeeeeeeeeeeeeeee
== (lagi ga) luv me (huuhh) ==
Selasa, 11 Mei 2010
Paling Bodoh
Pernakah kamu merasa menjadi orang paling bodoh ??...... Saya pernah merasakannya. Dan saya beritahu, rasanya sungguh menyakitkan, hingga tak terasa air mata ini jatuh begitu saja. Seperti tersayat pisau, diberi garam dan air jeruk nipis...Hmm, terlalu berlebihan sepertinya. Tapi sungguh, lebih baik kamu tidak merasakannya.
Berada di situasi dimana semua orang yang ada disitu tau apa yang sedang terjadi. Hanya bisa melihat. Menonton seperti menonton sinetron. Menebak. Menelaah. Sampai akhirnya harus menyimpulkan sendiri.
Mungkin karena saya orang yang terorganisir. Sebisa mungkin mempunyai planning untuk setiap tindakan saya. Tidak suka ketidakpastian. Tidak suka ketidakjelasan. Ada sedikit harga diri yang terluka. Tetapi cukup fatal untuk saya.
Atau mungkin, yang lebih menyakitkan karena sebenarnya saya bisa untuk mengetahui hal tersebut. Ada seseorang yang membuat saya menjadi orang paling bodoh. Seseorang yang membawa saya ke situasi tersebut. Seseorang yang bertanggung jawab untuk kebodahan saya itu. Bukan saya ingin melempar batu, tapi itu yang saya rasa.
Hmm...yang sudah terjadi biarkan terjadi. Saya hanya berharap tidak perlu merasakannya lagi. Mengingatnya saja sudah membuat hati ini sakit, apalagi harus merasakannya lagi. Sudah cukup. Semoga ini yang terakhir.
== luv me ==
Berada di situasi dimana semua orang yang ada disitu tau apa yang sedang terjadi. Hanya bisa melihat. Menonton seperti menonton sinetron. Menebak. Menelaah. Sampai akhirnya harus menyimpulkan sendiri.
Mungkin karena saya orang yang terorganisir. Sebisa mungkin mempunyai planning untuk setiap tindakan saya. Tidak suka ketidakpastian. Tidak suka ketidakjelasan. Ada sedikit harga diri yang terluka. Tetapi cukup fatal untuk saya.
Atau mungkin, yang lebih menyakitkan karena sebenarnya saya bisa untuk mengetahui hal tersebut. Ada seseorang yang membuat saya menjadi orang paling bodoh. Seseorang yang membawa saya ke situasi tersebut. Seseorang yang bertanggung jawab untuk kebodahan saya itu. Bukan saya ingin melempar batu, tapi itu yang saya rasa.
Hmm...yang sudah terjadi biarkan terjadi. Saya hanya berharap tidak perlu merasakannya lagi. Mengingatnya saja sudah membuat hati ini sakit, apalagi harus merasakannya lagi. Sudah cukup. Semoga ini yang terakhir.
== luv me ==
Langganan:
Postingan (Atom)